Skip to main content

Search This Blog

Ciri Ciri Tema Cerita Pendek Indonesia Pada Zaman Dahulu

Ciri Ciri Tema Cerita Pendek Indonesia Pada Zaman Dahulu Di Update Januari 2019

Ciri-ciri cerita pendek zaman dahulu – Dalam perkembangannya, cerita pendek Indonesia sendiri tentu sudah banyak mengalami perubahan tema dan cerita cerita nya pun mulai beragam. jikalau kita membaca cerita pendek pada masa sekarang tentu sudah banyak ditemukan tema tema baru nan terancang apik oleh cerpenis atau penulisnya, akantetapi apa saja sebenarnya tema cerpen pada zaman dahulu sebelum masa masa sekarang? Tentu jawabannya mampu kamu baca di bawah ini.

Dalam majalah Pandji Poestaka dan lain-lain pada tahun 1920-an sudah mulai dimuat kisah-kisah pendek yg sifatnya lelucon atau hiburan. Cerita-cerita itu mengingatkan kita pada tokoh tokoh cerita rakyat lama yg terdapat di seluruh Indonesia seperti si Kabayan, si Lebai Malang dan Jaka Dolok. Kemudian pada tahun 1936, atas usaha Balai Pustaka, cerita-cerita lucu yg ditulis oleh M.Kasim yg sebelumnya bertebaran dalam Pandji Poestaka dibukukan dengan judul Teman Duduk. M.Kasim sendiri bahwa seorang guru yg telah menulis sejak 1922 dengan buku pertamanya yg berjudul Muda Teruna. Pada tahun 1924 ia memenangi sayembara mengarang yg diselenggarakan oleh Balai Pustaka, bahwa dengan naskah Pemandangan Dalam Dunia Kanak-Kanak (Si Samin).

Sementara itu tema kesedihan sebagai motif penulisan cerpen menjadi bahan yg produktif buah Haji Abdul Karim Amrullah yg lebih terkenal sebagai HAMKA yg lahir pada Februari 1908 di Maninjau. Berlainan tema dengan M.Kasim, Hamka sendiri mempergunakan cerpen bukan sebagai penghibur hati, tetapi sebagai usaha untuk menggugah rasa sedih para pembaca. Dalam kata persembahannya ia menyebut cerpen-cerpennya itu sebagai “Kumpulan air mata, kesedihan dan rintihan yg diderita oleh segolongan manusia di atas dunia ini”.


Memahami Ciri Ciri Tema Cerita Pendek Indonesia Pada Zaman Dahulu
Memahami Ciri Ciri Tema Cerita Pendek Indonesia Pada Zaman Dahulu

Adapun cerpenis yg menulis cerpen-cerpen lebih sungguh-sungguh dan lebih berhasil ditinjau dari segi sastra bahwa Armijn Pane. Cerpen-cerpennya banyak dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe, diantaranya yg berjudul Barang Tiada Berharga. Cerpen ini kemudian menjadi dasar romannya belenggu. Lalu kemudian pada cerpennya yg berjudul “Tujuan Hidup” ia mencoba melukiskan tema kesepian hidup seorang gadis yg menjadi guru dan memilih menyendiri.

Itulah paparan singkat berkenaan sejarah kepenulisan ciri ciri tema cerita pendek atau cerpen pada zman dahulu, jadi mampu kita simpulkan bahwa pada awal awal kepenulisan cerpen tema tema yg di usung pada masa itu bahwa tema lelucon, humor atau lucu. Lalu kemudian semakin berkembang sampai tema kesedihan atau nestapa dan kesepian. Hingga saat ini banyak penulis penulis cerpen yg masih mengandalkan tema tema tersebut dan tidak sedikit juga yg mengambil tema kebahagiaan dalam ceritanya. Tentu jikalau kita ingin menulis cerpen atau ingin memahami sebuah tema cerpen mampu kita simpulkan jikalau kita sudah membacanya dan mengikuti alurnya.

Semoga bermanfaat bagi pengetahuan kamu dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan berkenaan ciri ciri tema cerita pendek ini. Untuk lebih mengetahui teori teori berkenaan cerpen mampu kamu baca pada kolom teori cerpen kami.

Ciri Ciri Tema Cerita Pendek Indonesia Pada Zaman Dahulu
| admin