Skip to main content

Search This Blog

Puisi Perpisahan Karya Kahlil Gibran Terbaik Paling Bijak

Puisi Perpisahan Karya Kahlil Gibran Terbaik Paling Bijak Di Update Januari 2019

Puisi Perpisahan Kahlil Gibran – Kahlil Gibran ialah sosok yg patut kita perhitungkan dalam sejarah kesusastraan, mengapa demikian? Ya karna karya-karyanya begitu mendalam sampai akar-akar kehidupan. Kahlil Gibran sendiri memiliki segudang pengalaman berkenaan perpisahan, karena baginya perpisahan ialah satu tanda cinta yg begitu pahit untuk dirasakan melainkan perpisahan haruslah dijadikan emas yg terbakar api, meski terbakar ia akan tetap bernilai dan berharga.

Ya mungkin seperti itu Gibran mengartikan sebuah perpisahan dalam karya-karyanya berkenaan perpisahan. Untuk mengetahui puisi perpisahan karya Kahlil Gibaran tidak lah sulit untuk mencarinya, untuk itu pada kesempatan kali ini aku akan menuliskan beberapa puisi perpisaahan Kahlil Gibran yg berhasil aku rangkum dalam puisi perpisahan di bawah ini. Selamat membaca.

puisi perpisahan kahlil gibran


Puisi Perpisahan Kahlil Gibran Paling Bijak

Siap ane pergi,

Dan keinginanku berlayar siap menunggu angin

Hanya tinggal satu nafas lagi yg akan kuhembuskan di udara

Ini, hanya sebuah tengokan sayang kebelakang.

Dan lalu ane akan berdiri diantara kalian,

Pengembara lautan diantara pengembara lautan.

Dan kau lautan yg luas tertidur

yg sendirian dalam damai

Dan kebebasan dari sungai dan arus

Hanya sebuah tiupan angin lagi

yg dibuat oleh arus ini, sebuah gumaman oleh rimba

Dan ane akan datang padamu,

tetesan tanpa ikatan dari samudera yg tanpa ikatan

Dan saat ia berjalan, ia melihat para pria dan wanita di kejauhan

Sedang meninggalkan kebun mereka untuk berjalan menuju gerbang kota

Dan ia mendengar suara-suara mereka memanggil namanya

Dan berteriak dari ladang ke ladang saling memberitahukan kedatangan kapalnya

Dan ia berkata pada dirinya sendiri.

Apakah hari perpisahan akan menjadi hari perkumpulan?

Dan apakah harus dikatakan bahwa malamku ialah kebenaran dalam senjaku?

Dan apa yg seharusnya kuberikan padanya yg meninggalkan bajaknya di tengah ladang atau yg menghentikan rodanya dari memeras anggur?

Haruskah hatiku menjadi sebuah pohon penuh buah yg kukumpulkan dan kuberikan pada mereka?

(Source: Sang Nabi, Syair-syair Cinta)

Dalam Keheningan Malamku kau mengunjungi

yg tercinta dan menikmati kemanisan kehadirannya.

Tubuh ini tetap korban pahit dari harapan dan perpisahan.

Ini, jiwaku, ialah penyiksaan.

Ampunilah ane, jiwaku!

(Souce : Ampunilah ane Jiwaku, Syair-syair Cinta)

Pesisir yg kuat ialah cintaku,

Dan ane ialah kekasihnya,

Kami akhirnya bersatu dalam cinta, dan

Lalu bulan mengambilku darinya.

ane pergi ke bulan dengan enggan, dan

Sedikit perpisahan.

(Source : Nyanyian Ombak, Syair-syair Cinta)

sehingga, anakku,

Manusia tidak mampu memperoleh cinta

Sampai setelah sedih dan merasakan perpisahan

Dan kesabaran pahit, dan kesulitan yg membuat putus asa.

Tidurlah, anak kecilku,

Mimpi indah akan menemukan jiwamu

yg tidak takut pada gelap malam yg mengerikan.

(Source: Janda dan Puteranya, Syair-syair Cinta)

Saat fajar ane bersatu dengan angin

Untuk mengumumkan datangnya cahaya,

Saat tengah hari ane bergabung dengan burung

Untuk memperoleh cahaya perpisahan.

(Source: Nyanyian Bunga, Syair-syair Cinta)

Akhirnya selesai sudah aku menuliskan puisi perpisahan Kahlil Gibran paling bijak ini, semoga dengan adanya puisi perpisahan ini kita semua mampu mengartikan sebuah perpisahan yg berharga dan bermakna tanpa adanya penyesalan dan kepedihan di dalamnya. Untuk segala perhatiannya aku ucapkan terima kasih telah berkunjung dan membaca puisi perpisahan Kahlil Gibran ini. Salam satu bahasa 🙂

Puisi Perpisahan Karya Kahlil Gibran Terbaik Paling Bijak
| admin